Sabtu, 12 Juli 2008

Peta Ekonomi Dunia Islam

Kemiskinan dan rasa lapar di masa lalu memaksa
negara-negara miskin menerima penjajahan. Hari ini,
negara-negara yang lemah telah menggadaikan kedaulatan
negaranya lantaran lilitan hutang

Hidayatullah--Adalah hal paling susah untuk menyangkal
ketidak-tahuan menjadi alasan paling dasar dan paling
besar untuk kemiskinan. Menggantikan ketidak-tahuan
dengan penerangan, bagaimanapun, bukanlah bagi tenaga
ahli keuangan kita dan para pembaharu ekonomi

Bank pemerintah telah mengumumkan bila kemiskinan
dalam negeri tidak pernah berkurang. Pernyataan itu
meyakini berita baik dari para doktor ekonomi negeri
ini dan mesias keuangan bahwa ekonomi telah mencapai
tinggal landas dan adalah telah mendekati arah akhir
sebuah kemakmuran.

Sepertiga dari orang Pakistan memiliki pendapatan
kurang dari dua dolar dalam suatu hari. Di masa lalu,
lima belas tahun, proporsi hidup di bawah kemiskinan
ekstrim itu semua telah bangkit dari 13 menjadi 33
persen. Prestasi dalam kaitan dengan angka akhir
kemiskinan telah tidak begitu baik dibanding
berakhirnya buta huruf. Hasil akhir kita melawan
kemiskinan, buta huruf serupa dengan kampanye perang
melawan terorisme global. Perjalanan kita mengakhiri
buta huruf dan kemiskinan sudah mengakibatkan Pakistan
menjadi negara kedelapan paling miskin yang kebanyakan
memiliki orang buta huruf dan sebagai hasil yang
'peperangan' terdahap terorisme di seluruh dunia yang
telah menyebar dari Jerusalem ke New York dan dari
Kabul ke Baghdad.

Bank pemerintah mengatakan kemiskinan tidak bisa
diakhiri tanpa menghapuskan penyebab kemiskinan, sama
halnya terorisme tidak bisa dihapuskan tanpa mencari
akan penyebab terorisme sendiri. Mempertanyakan
pertanggungjawaban kemiskinan untuk memikirkan metode,
proyek dan rencana untuk mengakhirinya sama halnya
merekrut teroris untuk menahan terorisme akan hanya
membiarkan terorisme menjadi lebih susah dikendalikan.

Delapan negara-negara paling miskin di atas
satu-satunya planet dalam sistem tata surya kebanyakan
berada dalam populasi manusia di Etiopia, Sierra
Leona, Afghanistan, Kamboja, Somalia, Nigeria,
Mozambiq dan Pakistan. Mayoritas populasi itu enam
di antaranya adalah negara-negara Islam.

Sebanyak enam negara paling miskin di 'dunia Islam'
sejak abad ketujuh hingga abad keempat belas adalah
negara yang memimpin di ilmu kimia, matematika,
filosofi, ilmu perbintangan, hingga kedokteran dan
obat-obatan dan selama enam abad sejak melakukan sikap
anti pengetahuan dan pencerahan.

Hari ini, 'dunia Islam' tersebar dalam 56 negara di
dunia dan mempunyai populasi penduduk sebanyak 1.3
milyar ­ke lima dari keseluruhan ras manusia. Dunia
Islam telah diwarisi dua pertiga atau tiga perempat
kekayaan mineral dunia dan minyak. Tapi hanya 44
persen dari 56 negara itu, berkeberatan untuk
menerapkan hak azasi manusia dan demokrasi. Lima belas
persen dari negara-negara itu masih mempraktekkan
sistem kerajaan secara turun temurun. Saudi Arabia,
Iraq, Iran, Uni Emirat Arab dan Kuwait mempunyai 700
milyar barrel minyak hanyalah produk domestik kotor
dari keseluruhan kekayaan 'dunia Islam' yang ditaksir
mencapai 1.05 trilyun USD dibandingkan GDP AS 14
trilyun USD, Prancis 1.5 trilyun USD, Jeman 2 trilyun
USD, Inggris 1.5 trilyun USD, Itali 1.05 trilyun USD.
Kuwait, Uni Emirat Arab dan Brunei mempunyai suatu
angka per kapita pendapatan lebih dari 10.000 USD.
Tetapi dari 56 negara memiliki angka pendapatan
perkapita kurang dari 5.000 USD.

Teramat susah untuk menyangkal bahwa ketidak-tahuan
menjadi alasan paling dasar dari kemiskinan.
Menggantikan ketidak-tahuan dengan bentuk penerangan
bagaimanapun, bukanlah sebuah prioritas bagi para
tenaga ahli keuangan kita atau para pembaharu ekonomi.
Sebagai hasilnya, lebih dari 800 juta (dari 1.3 milyar
orang-orang 'dunia Islam') adalah orang buta huruf.
Tidak ada lebih dari 600 universitas di 'dunia Islam'
dan tak satupun dari mereka datang mencapai standard
internasional. Di dalam negara maju tunggal, seperti
Jepang, dengan perbandingan, 1000 universitas bekerja
dalam pengajaran dan riset berstandard internasional.
Kota besar tunggal, Tokyo, mempunyai 113 universitas
top. Amerika Serikat mempunyai 5.758 dan India 8.407
universitas.

Keseluruhan dalam 'dunia Islam' tidak mempunyai lebih
dari 300.000 ilmuwan. Amerika Serikat sendiri
mempunyai 1.1 juta dan Jepang memiliki 700.000.
Amerika Serikat, suatu negeri yang terdiri dari 290
juta penduduk, membanggakan 227 Nobel penyair.

Di masa lalu, alasan kemiskinan, rasa lapar dan
pengangguran memaksa negara-negara miskin menerima
kolonialisasi dan penjajahan dari banga asing dan
bangsa-bangsa maju. Hari ini, negara-negara yang lemah
dan miskin telah menggadaikan kedaulatan negaranya
lantaran kewajiban hutang yang bertumpuk.

Penulis: Munnoo Bhaiseorang, redaktur dan penulis.

Tidak ada komentar: